Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas penagihan , tingkat kehilangan air (NRW), dan jumlah pelanggan terhadap pendapatan usaha Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Provinsi Sulawesi Tenggara selama periode 2019-2023. Penilaian pengaruh masing-masing variabel dilakukan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25 terhadap data sekunder dari 10 kabupaten/kota. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa jumlah pelanggan mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan PDAM, sedangkan efektivitas penagihan memiliki nilai dan tingkat kehilangan air (NRW) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan PDAM. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mengindikasikan bahwa 62,1% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh variabel Efektivitas Penagihan, Tingkat Kehilangan Air, dan Jumlah Pelanggan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perluasan jaringan distribusi serta peningkatan jumlah pelanggan sebagai upaya utama untuk memaksimalkan pendapatan PDAM sulawesi tenggara.
Copyrights © 2026