Transformasi digital pada sektor agribisnis menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UKM di tengah tuntutan standar kualitas dan keberlanjutan pasokan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan inovasi digital sebagai strategi peningkatan keunggulan bersaing pada UKM agribisnis Sukoati Farm Lamongan serta mengidentifikasi kontribusi dan tantangan transformasi digital yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan penanggung jawab teknis serta dokumentasi proses produksi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi digital difokuskan pada proses inti budidaya melon greenhouse melalui penggunaan sensor kelembapan tanah, sistem irigasi otomatis, dan pencatatan produksi berbasis data yang meningkatkan presisi pengelolaan tanaman, efisiensi operasional, serta konsistensi kualitas dan stabilitas pasokan kepada mitra distribusi. Keunggulan bersaing dibangun melalui diferensiasi berbasis kualitas dan keandalan pasokan, bukan melalui pemasaran digital. Transformasi digital masih menghadapi kendala sumber daya manusia, biaya investasi, dan infrastruktur, sehingga adaptasi dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas usaha. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi digital pada UKM agribisnis bergantung pada integrasi teknologi dengan proses inti usaha dan kesiapan organisasi dalam mendukung keberlanjutan bisnis.
Copyrights © 2026