Sastra lisan merupakan bentuk kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Salah satu cerita rakyat yang masih dikenal masyarakat Nagari Tanjuang Bonai adalah legenda Syekh Boestami, tokoh agama yang dipercaya berperan dalam penyebaran Islam dan perjuangan pada masa Perang Padri. Cerita ini menarik diteliti karena mengandung nilai moral, religius, dan sejarah yang mencerminkan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat. Selain itu, pewarisan secara lisan menyebabkan munculnya berbagai versi cerita dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestariannya di kalangan generasi muda. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan sebagai upaya pendokumentasian dan pelestarian warisan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur teks legenda Syekh Boestami yang meliputi alur, tokoh dan penokohan, latar, tema, amanat, dan gaya bahasa, serta (2) fungsi sosial legenda yang mencakup fungsi mendidik, mewariskan, dan jati diri. Jenis penelitian ini adalah penelitian folklor dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan perekaman terhadap informan, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, pembahasan, penyimpulan, dan pelaporan. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Syekh Boestami memiliki struktur cerita yang lengkap, menggunakan bahasa Minangkabau dialek Lintau, serta mengangkat tema perjuangan ulama dalam menyebarkan agama Islam. Selain itu, legenda ini memiliki fungsi sosial sebagai sarana pendidikan, pewarisan budaya, dan pembentuk identitas masyarakat.
Copyrights © 2025