Artikel ini melakukan analisis wacana kritis terhadap pidato internasional perdana Presiden Joko Widodo pada APEC CEO Summit di Beijing, 11 November 2014. Penelitian ini mengembangkan kerangka analisis terintegrasi. Model penalaran praktis berfungsi sebagai struktur utama, didukung oleh empat alat linguistik yang dipetakan secara sistematis pada setiap jenis premis: transitivitas dan nominalisasi untuk premis sirkumstansial, modalitas untuk premis tujuan, agensi untuk relasi sarana–tujuan, dan appraisal untuk premis nilai. Klaim tindakan dianalisis melalui strategi kesantunan sebagai puncak ilokusi dari rangkaian penalaran, sementara analisis genre memposisikan pidato sebagai pidato penawaran investasi yang tersusun atas tiga gerak makro: pembentukan kredibilitas, pemaparan peluang, dan ajakan transaksi. Data diambil dari video lengkap pidato Jokowi di Forum APEC di YouTube. Temuan menunjukkan bahwa premis sirkumstansial didominasi oleh proses relasional yang menaturalisasi kondisi pembangunan Indonesia sebagai fakta objektif, dan nominalisasi mengubah proses sosial yang diperdebatkan menjadi objek investasi. Asimetri modalitas membedakan komitmen aspiratif kepada warga dari komitmen pasti kepada investor, sedangkan analisis agensi memperlihatkan aparatus negara yang difungsikan sebagai mekanisme pelayanan investor. Analisis appraisal mengidentifikasi ekspresi perasaan positif secara langsung. Klausa “Because you know our national budget is limited” menjadi poros argumentatif dan ideologis pidato. Secara keseluruhan, analisis praktik sosial mensintesis temuan ini untuk menunjukkan tiga operasi wacana yang saling terkait: naturalisasi hegemonik investasi asing langsung sebagai kesejahteraan nasional, relasi kuasa, dan komodifikasi terhadap sumber daya publik Indonesia pada level generik, argumentatif, dan gramatikal.
Copyrights © 2025