Pendidikan berkualitas merupakan target utama SDGs 4, di mana literasi digital menjadi instrumen penting dalam menghadapi transformasi era Society 5.0. Kabupaten Sidoarjo menghadapi tantangan signifikan dalam menyinkronkan kebijakan transformasi digital nasional dengan kesiapan infrastruktur daerah serta kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi kebijakan literasi digital di Sidoarjo guna mendukung tercapainya pendidikan yang inklusif dan merata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis jurnal ilmiah terakreditasi dan buku teks kebijakan publik. Teknik analisis data menggunakan kerangka SWOT untuk membedah faktor internal dan eksternal melalui pendekatan naratif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada antusiasme siswa yang tinggi dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka, namun terhambat oleh kelemahan berupa infrastruktur digital yang tidak merata dan keterbatasan kompetensi guru dalam mengolah informasi secara kritis. Peluang besar muncul dari dukungan agenda global SDGs 2030, sementara ancaman utama adalah melebarnya kesenjangan digital dan krisis etika di dunia maya. Sinergi yang efektif antara birokrasi daerah dan pihak sekolah diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui ekosistem digital yang terstruktur. Kesimpulannya, penguatan sistem pendidikan digital yang berbasis karakter moral di Sidoarjo adalah kunci utama dalam menjamin keberlanjutan pendidikan berkualitas bagi generasi masa depan.
Copyrights © 2026