Transportasi publik memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan serta mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan Program Feeder Wira Wiri Suroboyo sebagai layanan transportasi pengumpan yang bertujuan memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan konektivitas antarmoda, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target 11.2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan implementasi Program Feeder Wira Wiri Suroboyo berdasarkan pendekatan evaluasi formal menurut William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis evaluasi formatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Feeder Wira Wiri Suroboyo telah menunjukkan implementasi yang cukup efektif dalam mendukung konektivitas transportasi publik melalui 12 koridor aktif. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, seperti ketidaksinkronan jadwal antarmoda, keterbatasan armada cadangan, serta distribusi layanan yang belum sepenuhnya merata, terutama pada wilayah Surabaya Utara. Secara keseluruhan, program ini dinilai cukup efektif, efisien, memadai, merata, responsif, dan tepat sasaran, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek operasional guna mengoptimalkan kontribusinya terhadap pembangunan transportasi perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026