Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Post-Disaster Rehabilitation And Reconstruction Policy Study: Between Public Interest And Project Politics Wilda Sumarsyah
Journal of Politica Governo Vol. 2 No. 4 (2025): Politica Governo - August
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/nzqg1451

Abstract

As an archipelagic nation, Indonesia is highly vulnerable to natural disasters, both geological and hydrometeorological, making the need for post-disaster policies particularly urgent. Post-disaster rehabilitation and reconstruction go beyond rebuilding physical infrastructure; they also encompass social, economic, and psychological recovery, as well as aspects of sustainable development. However, in practice, post-disaster policies are often mired in project-based political interests, with funding allocation, aid distribution, and prioritization of recovery areas influenced by electoral agendas and political patronage. This shifts policy orientation from meeting the needs of survivors to elite legitimacy, potentially leading to unfair distribution of benefits and marginalization of vulnerable groups. Furthermore, private sector involvement in the reconstruction process is often tainted by short-term economic interests that neglect the humanitarian dimension. Bureaucratic fragmentation, overlapping authority, and weak coordination mechanisms further undermine the effectiveness of recovery policies. These conditions demonstrate that post-disaster policies are not a neutral space, but rather a political arena rife with competing interests. Therefore, principles of good governance such as transparency, accountability, public participation, and independent oversight must be foundational to implementation. This research uses a qualitative approach with a literature review method to examine the dynamics of project politics and public interest in post-disaster policies. The literature analysis allows for the identification of patterns of policy distortion as well as opportunities for governance reform. Thus, this study seeks to provide theoretical and practical contributions to formulating more equitable, inclusive, and sustainable post-disaster policies.             
EFEKTIVITAS PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS SEBAGAI STRATEGI PENCAPAIAN SDGS TANPA KELAPARAN Anita Ayu Rahmawati; Faylla Apriliana Putri; Marini Muharwati; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1883

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi siswa serta mengurangi risiko kelaparan pada anak usia sekolah. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan kedua yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Makan Bergizi Gratis, kontribusinya terhadap pencapaian SDGs No. 2, serta tantangan pelaksanaan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan gizi siswa serta membantu mengurangi risiko kelaparan di sekolah. Program ini dapat dikatakan cukup tepat sasaran karena menjangkau siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Selain itu, program juga membantu meningkatkan kehadiran dan konsentrasi belajar siswa. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala seperti distribusi makanan dan variasi menu yang terbatas.
Analisis Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di SMA Kota Surabaya Anggita Cahyani Setyoningrum; Nasya Firdaushaumy; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5694

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan bersifat fleksibel. Namun, implementasi kebijakan ini masih menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, terutama dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta penguatan karakter peserta didik. Fleksibilitas kurikulum juga memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Namun demikian, keberhasilan Kurikulum Merdeka masih dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, dan pemahaman konsep kurikulum. Sehingga masih diperlukan peningkatan kemampuan guru dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan ini.
Pekerjaan Layak dalam Praktik: Evaluasi Program Ketenagakerjaan di Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2026 Annisa Aulia Rahmah; Naflah Hekshala Purwanto; Vaneza Ayu Dwi Kirana; Amanda Adzkiyah; Mahesa Prawira; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5875

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi program ketenagakerjaan di Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, dalam mendukung pencapaian SDGs Tujuan 8 mengenai pekerjaan layak pada tahun 2026. Masalah utama yang diteliti adalah tingginya angka penduduk yang tidak bekerja (39.636 jiwa) serta adanya pengangguran struktural akibat ketidaksiapan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas implementasi kebijakan dengan menempatkan kesiapan sosial sebagai variabel kunci. Metode yang digunakan adalah evaluasi formal dan on-going dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun desain program melalui aplikasi padat karya, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor (BAZNAS) sudah sistematis, namun implementasinya belum optimal. Faktor penghambat utama meliputi rendahnya motivasi masyarakat, keterbatasan pendidikan, serta preferensi untuk bertahan di zona nyaman sektor informal yang subsisten. Hasil ini penting sebagai dasar transformasi kebijakan yang lebih humanis dan adaptif dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi warga dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
Evaluasi Implementasi Program E-Health dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Kota Surabaya Dwi Khoirotul Utami; Arnelita Ayu Az-zahwa; Anggi Ayu Wulandari; Lailatul Maeda Ramadhani; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5920

Abstract

Program E-Health di Kota Surabaya merupakan inovasi pelayanan publik berbasis digital untuk mengurangi antrean dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program E-Health dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Surabaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan evaluasi formal menurut William N. Dunn melalui enam indikator, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Health mampu meningkatkan akses layanan, mengurangi waktu tunggu, dan mempercepat proses administrasi. Program ini dinilai efektif, efisien, dan cukup dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya literasi digital, gangguan sistem, dan keterbatasan infrastruktur yang memengaruhi pemerataan layanan. Kesimpulannya, E-Health merupakan inovasi yang tepat, tetapi perlu penguatan literasi digital dan infrastruktur agar implementasinya lebih optimal dan inklusif.
Evaluasi Kebijakan Program Rumah Ilmu Arek Suroboyo dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Anak di Kota Surabaya Yunita Eka Dia Safitri; Evana Clairina Heriyanto; Talitha Rifqi Rizqullah; Fatma Anriyani Yusuf; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Rumah Ilmu Arek Suroboyo yang sebelumnya bernama UPTD Kampung Anak Negeri yang dibangun sejak 2009 pada masa pemerintahan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Pembangunan program ini sebagai instrumen untuk memutus rantai kemiskinan dan tingkat putus sekolah di wilayah Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan evaluasi formatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan ketua asrama dan observasi langsung di UPTD Rumah Ilmu Arek Suroboyo, Jalan Wonorejo Timur No. 130, Surabaya. Evaluasi mengacu pada enam kriteria OECD: relevansi, koherensi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan. Hasil menunjukkan program sangat efektif meningkatkan akses pendidikan dan membentuk kemandirian anak binaan, dengan dukungan berbagai dinas terkait. Hambatan utama meliputi ketiadaan layanan bagi anak perempuan, inefisiensi, serta keberlanjutan yang bergantung pada pergantian kepemimpinan. Untuk itu, direkomendasikan pembentukan unit layanan anak perempuan, kerja sama formal dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta penguatan monitoring dan evaluasi untuk menjamin keberlanjutan program.
Keamanan Manusia dalam Implementasi SDGs Tujuan Ke – 5 Kekerasan Berbasis Gender di Kota Surabaya Yemima Chrisnanda Prasetyo; Nazwa Ansalna Rahmania; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6238

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia merupakan masalah persisten dengan tren yang tidak stabil, di mana data 12 tahun terakhir menunjukkan lonjakan kasus hingga 792%. Fenomena ini sangat menonjol di Kota Surabaya, yang mencatatkan tingkat laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di Jawa Timur, dengan rincian 221 kasus pada tahun 2025 dan 465 kasus kekerasan seksual sepanjang 2019-2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika kekerasan berbasis gender (KBG) di Surabaya melalui lensa keamanan manusia (human security) dalam kerangka implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-5. Fokus utama kajian ini adalah mengevaluasi sejauh mana perlindungan individu, khususnya di ranah privat yang mendominasi 75% total kasus, telah menjamin hak atas rasa aman dan martabat perempuan sesuai amanat Hak Asasi Manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Data penelitian bersumber dari data sekunder yang diperoleh melalui laporan resmi pemerintah seperti Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), dokumen kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur, serta artikel ilmiah dan laporan penelitian terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan secara sistematis berdasarkan relevansi dan kredibilitas sumber, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi informasi.
Evaluasi Kebijakan Program Kampung Iklim (ProKlim) Mendukung Pencapaian SDGS: Studi Kasus RW 03 Jambangan, Kota Surabaya Yesha Verlita Evelin; Blezend Syahrira Rona MayNando; Salma Shadiyah; Ahmad Fikri Naufal Akbar; Nadia Ayu Ardiani; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6304

Abstract

Perubahan iklim sebagai isu global serius mendorong Pemerintah Indonesia menerapkan Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai strategi adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat. Penelitian ini mengevaluasi implementasi ProKlim di RW 03 Jambangan, Surabaya yang merintis pengelolaan lingkungan mandiri sejak 2002 dengan tujuan mengidentifikasi dan menganalisis peran kebijakan tersebut dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tingkat lokal. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan kriteria evaluasi William N. Dunn, meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, ekuitas, responsivitas, dan ketepatan; pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta dokumentasi. ProKlim di RW 03 terbukti sangat efektif, dengan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di semua RT, penggunaan energi terbarukan melalui panel surya, serta resolusi masalah lingkungan hingga 80%. Program ini menunjukkan ekuitas lewat partisipasi inklusif PKK dan karang taruna, yang memberi dampak ekonomi signifikan bagi warga. Tahun 2021, RW 03 memperoleh predikat "ProKlim Lestari" sebagai penghargaan nasional bergengsi. Kesimpulannya, sukses ProKlim didorong inisiatif bottom-up masyarakat jangka panjang, membuktikan partisipasi lokal kuat sebagai faktor utama capaian SDGs 13.
Evaluasi Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Sebagai Strategi Transformasi Pendidikan Nasional Silvi Rahma Dhani Khoirunnisa; Elsa Wahyu Pertiwi; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6336

Abstract

Program Merdeka Belajar muncul sebagai inisiatif utama untuk mereformasi sistem pendidikan Indonesia, menggeser pendekatan konvensional kea rah pembelajaran yang lebih otonom, berfokus pada peserta didik, dan responsif terhadap dinamika era modern. Studi menganalisis pelaksanaan program tersebut menggunakan metode kualitatif berbasis tinjauan pustaka dan data sekunder dari berbagai institusi pendidikan. Elemen kunci mencakup simplifikasi kurikulum, penghentian Ujian Nasional, kebebasan guru dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta sistem zonasi penerimaan murid guna meminimalkan ketidakadilan akses belajar. Temuan analisis menyoroti manfaat nyata, termasuk naiknya semangat belajar siswa lewat tugas berorientasi keterampilan, pembentukan kepribadian menyeluruh, dan pengoptimalan waktu pengajar untuk metode inovatif. Di sisi lain, hambatan yang muncul adalah minimnya sarana digital di wilayah pedesaaan, ketidaksiapan kemampuan guru terhadap strategi pengajaran mutakhir, serta penolakan terhadap peralihan dari penguasaan hafalan ke pemahaman konseptual yang lebih dalam. Ketidakseimbangan antarwilayah juga menjadi penghalang utama bagi kelanjutan program ini, dengan institusi kota lebih lincah beradaptasi dibanding daerah terisolasi. Untuk memaksimalkan reformasi tersebut, studi ini menawarkan pelatihan intensif bagi tenaga pendidikan, pemanfaatan teknologi sebagai pendukung proses belajar, dan pengawasan berbasis data untuk penilaian rutin. Pendekatan diharapkan memperkuat pendidikan SDGs ke-4 serta mendukung Indonesia Emas 2045.
Antara Regulasi dan Realitas: Evaluasi Kebijakan Pengurangan Kantong Plastik di Kota Surabaya Cahya Amalia Zahra; Zahra Salsa Billa; Legina Ayu Puspita; Salwa Apsyarini Nabilah; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Surabaya berdasarkan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 16 Tahun 2022. Kebijakan tersebut didasari oleh tingginya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo yang mencapai sekitar 1.600 ton setiap hari. Penelitian dilaksanakan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya serta Sentra Wisata Kuliner Ketintang guna mengkaji implementasi kebijakan dari sudut pandang pemerintah dan pelaku usaha. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan kriteria evaluasi menurut William N. Dunn, yang menitikberatkan pada aspek efektivitas, efisiensi, serta responsivitas. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kebijakan tersebut telah berjalan dengan baik di ritel modern, tetapi penerapannya di pasar tradisional dan sektor kuliner masih terkendala oleh kebiasaan penggunaan plastik serta tingkat kepatuhan pelaku usaha yang belum merata. Keterbatasan sumber daya pengawas menyebabkan pengawasan belum konsisten. Sebagian masyarakat telah mulai membawa tas belanja sendiri, namun secara keseluruhan, kebijakan ini belum menghasilkan dampak signifikan terhadap penurunan timbulan sampah di TPA Benowo.