Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum
Vol 4 No 3 (2026): 2026

Analisis Yuridis Sengketa Penetapan Paslon: Benturan Kewenangan KPU Kota Pekanbaru dan Panwaslu dalam Perspektif UU Pilkada

Amandha Rezqy (Universitas Tidar)
Azyahra Fatma Putri (Program Studi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar)
Asyifa Chusnaeni (Program Studi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar)
Febri Aditiya Nur Wahid (Program Studi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar)
Ayu Meilani (Program Studi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini membahas sengketa penetapan pasangan calon dalam Pilkada Kota Pekanbaru Tahun 2017 yang menimbulkan benturan kewenangan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Sengketa muncul setelah KPU menetapkan pasangan Bibra-Said sebagai Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena alasan kesehatan, sedangkan Panwaslu membatalkan keputusan tersebut dan memulihkan hak politik pasangan calon. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi hukum dari perbedaan penafsiran mengenai syarat “mampu secara jasmani dan rohani” dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada serta mengkaji kewenangan Panwaslu dalam memberikan perlindungan terhadap hak politik peserta pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran KPU cenderung menggunakan pendekatan medis yang diskriminatif dengan menganggap disabilitas sebagai bentuk ketidakmampuan untuk memimpin. Sebaliknya, Panwaslu menggunakan pendekatan hak asasi manusia dengan menitikberatkan pada kemampuan fungsional calon, bukan semata-mata kondisi fisik. Putusan Panwaslu mencerminkan adanya mekanisme checks and balances dalam sistem pemilu sekaligus menjadi bentuk perlindungan hukum terhadap hak konstitusional warga negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pengaturan yang lebih jelas mengenai standar kesehatan calon kepala daerah agar tidak terjadi multitafsir dan praktik diskriminatif dalam Pilkada.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

AlZayn

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum dengan e-ISSN 3026-2917 p-ISSN 3026-2925 Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka peer-reviewed dan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum merupakan hasil penelitian orisinal, ide konseptual, dan ...