Kesiapan profesional calon guru sekolah dasar sering kali terkendala oleh diskoneksi antara penguasaan teori model pembelajaran dan praktik di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman praktis dalam micro-teaching menggunakan berbagai model inovatif (Inkuiri, NHT, Jigsaw, TGT, dan Cooperative Inquiry) membantu mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai profesionalisme. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi fenomenologi dengan melibatkan tujuh mahasiswa calon guru sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara reflektif semi-terstruktur dan analisis dokumen laporan refleksi diri, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik Miles & Huberman. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman micro-teaching berfungsi sebagai "gunung kecil" atau simulasi realitas yang membangun efikasi diri dan identitas profesional. Internalisasi nilai terjadi melalui proses refleksi kritis atas kendala teknis, manajemen instruksi, dan adaptabilitas saat menghadapi dinamika kelas yang tidak terduga. Micro-teaching bukan sekadar latihan keterampilan pedagogik, melainkan laboratorium pembentukan karakter dan resiliensi guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sesi refleksi pasca-praktik di lembaga pendidik tenaga kependidikan untuk menjamin kesiapan mental calon guru.
Copyrights © 2026