Sekolah dasar secara normatif diposisikan sebagai ruang aman, namun realitas menunjukkan kesenjangan signifikan akibat praktik kekerasan yang persisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kekerasan dan faktor risiko kriminogenik di SDN 286 Talotenreng melalui perspektif kriminologi. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini membedah dinamika kekerasan yang dipengaruhi oleh interaksi antara individu, struktur sosial, dan mekanisme kontrol sosial. Temuan menunjukkan bahwa kekerasan di sekolah bersifat polimorfik, mencakup tindakan fisik di area minim pengawasan hingga kekerasan verbal yang sering dinormalisasi sebagai candaan. Melalui lensa teori aktivitas rutin dan pembelajaran sosial, kekerasan terjadi akibat bertemunya pelaku yang termotivasi dengan target rentan di tengah lemahnya pengawasan institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekerasan merupakan indikasi disfungsi sosial dalam sistem pendidikan yang berisiko mengganggu perkembangan anak dalam jangka panjang. Hasil ini menegaskan pentingnya penguatan kontrol sosial formal dan informal serta intervensi kebijakan yang sistemik untuk menciptakan ekosistem sekolah yang benar-benar protektif bagi tumbuh kembang anak.
Copyrights © 2026