Di Indonesia, gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah muncul sebagai tanggapan atas keterlibatan ayah yang rendah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Kebijakan pemerintah, melalui SE Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No 14 Tahun 2025, memperkuat fenomena ini. Tujuannya untuk mempelajari makna komunikasi dari Gerakan Ayah Mengambil Rapor dari sudut pandang interaksionisme simbolik dan komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, dari Desember 2025 hingga Januari 2026, dokumen seperti surat edaran pemerintah, pemberitaan media, laporan kegiatan dan literatur ilmiah yang relevan diselidiki. Komunikasi simbolik, keterlibatan ayah, interaksi orang tua-sekolah dan komunikasi emosional ayah-anak adalah tema utama yang ditemukan dalam data dengan menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa kehadiran ayah saat pengambilan rapor dianggap sebagai tanda kepedulian, pengakuan dan dukungan terhadap anak. Namun, gerakan ini masih menghadapi beberapa tantangan struktural yang menghalangi pelaksanaannya. Oleh karena itu, kebijakan publik, lingkungan kerja dan kesadaran keluarga harus bekerja sama untuk terus meningkatkan komunikasi keluarga dan pendidikan anak.
Copyrights © 2026