Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan efektivitas penerapan digital learning dan metode pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA IT Nur El-Ghazy. Kajian ini didasarkan pada tuntutan transformasi pendidikan menuju sistem pembelajaran berbasis digital, tanpa mengabaikan pentingnya penanaman nilai karakter dan spiritual dalam lingkungan sekolah Islam Terpadu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) menggunakan desain Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian melibatkan dua kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan berupa pembelajaran berbasis digital learning menggunakan platform Kahoot, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional melalui metode ceramah dan kegiatan mencatat. Pengumpulan data dilakukan melalui pelaksanaan pretest dan posttest menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami penurunan rata-rata nilai dari 35,38 menjadi 32,31 dengan selisih -3,08 akibat penurunan fokus siswa usia remaja akhir dalam durasi penggunaan media digital yang lama. Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 53,33 menjadi 74,43 dengan perolehan gain sebesar 21,1 (kategori Sedang) yang didukung oleh efektivitas aktivitas mencatat materi keagamaan secara mendalam. Simpulan penelitian menetapkan bahwa metode pembelajaran konvensional memberikan hasil belajar kognitif yang lebih baik dan stabil, namun penerapan digital learning tetap memberikan dampak positif terhadap interaktivitas proses pembelajaran.
Copyrights © 2026