Penggunaan teknologi digital yang semakin intensif di kalangan remaja mendorong kebutuhan untuk memahami bagaimana kualitas pengalaman digital memengaruhi keterlibatan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh digital wellbeing terhadap student engagement pada remaja SMA di Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif prediktif dengan melibatkan 136 siswa aktif tingkat SMA yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Digital wellbeing diukur menggunakan Digital Well-Being Scale (DWBS; Arslankara et al., 2022) yang mencakup tiga dimensi: Digital Satisfaction, Safe and Responsible Behavior, dan Digital Wellness. Student engagement diukur dengan Utrecht Work Engagement Scale for Students (UWES-9S; Schaufeli et al., 2002) yang mencakup dimensi vigor, dedication, dan absorption. Analisis regresi linier sederhana dilakukan menggunakan JASP versi 0.19. Hasil menunjukkan bahwa digital wellbeing berpengaruh positif dan signifikan terhadap student engagement (β = .342, p < .001), dengan kontribusi sebesar 11.7% terhadap variansi student engagement (R² = .117). Temuan diinterpretasikan melalui kerangka Self-Determination Theory, yang menyatakan bahwa penggunaan teknologi secara bertujuan dan reflektif mendukung terpenuhinya kebutuhan psikologis dasar sebagai fondasi motivasi intrinsik dan keterlibatan akademik. Hasil penelitian mengimplikasikan pentingnya program literasi dan kesehatan digital di sekolah sebagai upaya mendukung keterlibatan akademik siswa secara optimal.
Copyrights © 2026