Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya layanan pendidikan inklusif bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus, khususnya siswa yang mengalami disleksia di sekolah menengah pertama. Disleksia sebagai gangguan belajar spesifik dapat berdampak pada kemampuan akademik, kepercayaan diri, serta aspek sosial-emosional siswa apabila tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan guru bimbingan dan konseling (BK) terhadap penanganan siswa disleksia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto dan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada guru BK yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan guru BK berada pada kategori tinggi, demikian pula dengan penanganan siswa disleksia yang juga berada pada kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif antara kualitas layanan BK dengan efektivitas penanganan siswa disleksia. Semakin optimal layanan yang diberikan, semakin baik pula penanganan yang dilakukan. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah responden yang relatif kecil, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.
Copyrights © 2026