Fenomena ketakutan akan kegagalan pada emerging adulthood menyebabkan individu enggan mengambil risiko dalam menghadapi transisi menuju fase dewasa. Ketakutan ini dapat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan orang tua yang diterima selama masa perkembangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan ketakutan akan kegagalan ditinjau dari gaya pengasuhan orang tua pada usia emerging adulthood di Kota Makassar. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 446 responden berusia 18–25 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala gaya pengasuhan orang tua dan skala ketakutan akan kegagalan, dengan analisis data menggunakan One Way ANOVA. Hasil uji hipotesis menunjukkan pengaruh signifikan gaya pengasuhan terhadap ketakutan akan kegagalan (F = 5.172, p = 0.002). Uji lanjutan mengindikasikan perbedaan signifikan antara gaya pengasuhan otoriter dan permisif (mean difference = 4.391, p = 0.001). Gaya pengasuhan otoriter menghasilkan tingkat ketakutan akan kegagalan tertinggi, diikuti permisif dan pengabaian, sedangkan gaya demokratis menghasilkan tingkat terendah. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi praktisi psikologi dalam melakukan psikoedukasi mengenai dampak negatif jangka panjang gaya pengasuhan terhadap perkembangan psikologis individu, khususnya dalam membentuk keberanian menghadapi risiko pada masa dewasa awal.
Copyrights © 2026