Meningkatnya perhatian terhadap pencemaran lingkungan telah mendorong pengembangan kemasan pangan biodegradable, termasuk edible film berbasis pati. Pati dari umbi-umbian seperti singkong, kentang, dan talas banyak digunakan karena tersedia melimpah, bersifat biodegradable, ekonomis, serta memiliki kemampuan membentuk film yang baik. Namun, edible film berbasis pati umumnya memiliki kelemahan berupa sifat rapuh dan mudah retak sehingga memerlukan penambahan pemlastis, seperti gliserol. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai konsentrasi gliserol terhadap karakteristik fisik dan mekanik edible film berbasis pati umbi-umbian. Kajian dilakukan melalui analisis literatur ilmiah terkait sifat ketebalan, kuat tarik, elongasi saat putus, kelarutan, dan permeabilitas uap air. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi gliserol umumnya meningkatkan fleksibilitas dan nilai elongasi, tetapi menurunkan kuat tarik akibat berkurangnya interaksi antarmolekul dalam matriks pati. Selain itu, gliserol berpengaruh terhadap ketebalan, kadar air, dan sifat penghalang film. Konsentrasi gliserol yang terlalu tinggi dapat menurunkan integritas struktural dan stabilitas film. Oleh karena itu, optimasi konsentrasi gliserol menjadi faktor penting untuk menghasilkan edible film dengan keseimbangan sifat mekanik dan fisik yang sesuai untuk aplikasi kemasan pangan.
Copyrights © 2026