Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Edible Film: Warna, Antioksidan, Kekuatan Tarik, Indikator Bunga Telang Siti Nur Adila; Dea Aisyah Rusmawati; Azwin Jahid Al farizhi; Alifa Fatimatun Nazar; Aura Suci Amelia; Oktafi Ramanda Maelani
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.5733

Abstract

Abstract. This research discusses edible films made from anthocyanin-rich telang flower (Clitoria ternatea) extract, used as environmentally friendly and smart food packaging. Anthocyanins function as strong antioxidants and indicators of pH changes. Edible films showed antioxidant activity between 3.2062% to 87.4859%, capable of capturing free radicals and extending food shelf life. The film color changes from purple-blue at neutral pH to green at high pH, indicating the interaction of anthocyanins with volatile compounds from food ingredients such as fish and chicken meat. The tensile strength of edible film depends on the ingredient formulation, with the optimum strength reaching 11.417 N/mm². The addition of excessive ingredients can reduce mechanical stability, although anthocyanins increase the flexibility of the film. This study concludes that bay flower-based edible film has great potential as a functional packaging with high biodegradability, antioxidant ability, color indicator, and good mechanical properties, making it an innovative solution to support a sustainable food industry. Abstrak. Penelitian ini membahas ediblfilm berbahan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) yang kaya antosianin, digunakan sebagai kemasan pangan ramah lingkungan dan cerdas. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan kuat dan indikator perubahan pH. Edible film menunjukkan aktivitas antioksidan antara 3,2062% hingga 87,4859%, mampu menangkap radikal bebas dan memperpanjang umur simpan pangan. Warna film berubah dari ungu-biru pada pH netral menjadi hijau pada pH tinggi, menunjukkan interaksi antosianin dengan senyawa volatil dari bahan pangan seperti ikan dan daging ayam. Kekuatan tarik edible film bergantung pada formulasi bahan, dengan kekuatan optimal mencapai 11,417 N/mm². Penambahan bahan berlebihan dapat mengurangi stabilitas mekanis, meskipun antosianin meningkatkan fleksibilitas film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edible film berbasis bunga telang memiliki potensi besar sebagai kemasan fungsional dengan biodegradabilitas tinggi, kemampuan antioksidan, indikator warna, dan sifat mekanis yang baik, sehingga menjadi solusi inovatif untuk mendukung industri pangan yang berkelanjutan.
REVIEW: KARAKTERISTIK MEKANIK DAN FISIK EDIBLE FILM PATI UMBI DENGAN DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI GLISEROL Dea Aisyah Rusmawati; Nurul Annazhifah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/x8fwnf64

Abstract

Meningkatnya perhatian terhadap pencemaran lingkungan telah mendorong pengembangan kemasan pangan biodegradable, termasuk edible film berbasis pati. Pati dari umbi-umbian seperti singkong, kentang, dan talas banyak digunakan karena tersedia melimpah, bersifat biodegradable, ekonomis, serta memiliki kemampuan membentuk film yang baik. Namun, edible film berbasis pati umumnya memiliki kelemahan berupa sifat rapuh dan mudah retak sehingga memerlukan penambahan pemlastis, seperti gliserol. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai konsentrasi gliserol terhadap karakteristik fisik dan mekanik edible film berbasis pati umbi-umbian. Kajian dilakukan melalui analisis literatur ilmiah terkait sifat ketebalan, kuat tarik, elongasi saat putus, kelarutan, dan permeabilitas uap air. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi gliserol umumnya meningkatkan fleksibilitas dan nilai elongasi, tetapi menurunkan kuat tarik akibat berkurangnya interaksi antarmolekul dalam matriks pati. Selain itu, gliserol berpengaruh terhadap ketebalan, kadar air, dan sifat penghalang film. Konsentrasi gliserol yang terlalu tinggi dapat menurunkan integritas struktural dan stabilitas film. Oleh karena itu, optimasi konsentrasi gliserol menjadi faktor penting untuk menghasilkan edible film dengan keseimbangan sifat mekanik dan fisik yang sesuai untuk aplikasi kemasan pangan.