Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal, dan kematian dini. Meningkatnyaprevalensi hipertensi mendorong pengembangan pangan fungsional yang mengandung senyawa antihipertensi alami. Bakteriasam laktat (BAL) yang terdapat pada berbagai pangan fermentasi diketahui mampu menghasilkan peptida bioaktif denganaktivitas Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitory (ACE-I) melalui proses proteolisis selama fermentasi. Tinjauan ini bertujuanmengevaluasi potensi probiotik BAL sebagai agen antihipertensi serta faktor-faktor yang memengaruhi produksi senyawa ACE-I.Kajian dilakukan melalui penelusuran literatur ilmiah mengenai probiotik, BAL, peptida bioaktif, dan aktivitas ACE-I. Berbagaistrain, termasuk Lactiplantibacillus plantarum, Lacticaseibacillus casei, Lactobacillus helveticus, dan Bifidobacterium spp.,dilaporkan menghasilkan peptida penghambat ACE pada yoghurt, kefir, susu kedelai fermentasi, dan pangan fermentasitradisional. Selain menghambat ACE, probiotik juga berpotensi menurunkan tekanan darah melalui produksi γ-aminobutyric acid(GABA), modulasi mikrobiota usus, dan aktivitas antioksidan. Aktivitas ACE-I dipengaruhi oleh strain bakteri, jenis substrat,kondisi fermentasi, penyimpanan, dan interaksi antarmikroorganisme. Temuan ini menunjukkan bahwa BAL probiotik memilikiprospek yang menjanjikan sebagai komponen pangan fungsional untuk mendukung pengelolaan hipertensi.
Copyrights © 2026