Longkangan adalah salah satu tradisi bersih desa sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah Swt. terlebih bagi para nelayan. Tradisi Longkangan di daerah Munjungan merupakan bentuk sedekah laut yang diwariskan secara turun-temurun serta dilaksanakan sekali setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek-aspek matematis yang terkandung dalam tradisi Longkangan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomatematika pada penelitian ini. Adapun pengumpulan data diperoleh melalui pemberian angket terbuka kepada Bapak Mujab selaku tokoh masyarakat di Munjungan, studi literatur dari artikel jurnal, dan dokumentasi dari media sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya kaitan antara tradisi Longkangan dengan konsep-konsep matematika, mulai dari geometri bangun ruang pada bentuk Tumpeng Agung, konsep simetri dan transformasi dalam pelaksanaan kirab, serta konsep bilangan dan kelipatan persekutuan terkecil dalam menentukan waktu pelaksanaan ritual. Dengan adanya penelitian ini peneliti berharap dapat memberikan pemahaman kepada para pembaca bahwa suatu kebudayaan itu bukan saja mengenai sebuah warisan yang harus kita lestarikan namun kita dapat melihat sisi lainnya yaitu aspek matematika. Kaitan tersebut juga dapat dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah sekaligus memperkenalkan budaya yang ada di sekitar.
Copyrights © 2025