Globalisasi membawa dampak terhadap memudarnya identitas budaya lokal, termasuk kesenian tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat daerah. Desa Jaranan di Kota Blitar memiliki kekayaan budaya berupa kesenian Jaranan yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol identitas, spiritualitas, dan nilai moral masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi identitas lokal Desa Jaranan melalui luaran Project Citizen mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan objek penelitian berupa video dokumentasi, poster, dan e-katalog hasil karya mahasiswa. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi non-partisipan, dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas lokal Desa Jaranan direpresentasikan melalui tiga dimensi utama, yaitu dimensi spiritual-ritual, historis-kultural, serta moral dan etika sosial. Video dokumentasi menampilkan fungsi spiritual Jaranan sebagai sarana ritual dan pengikat solidaritas masyarakat. Poster memperlihatkan sejarah dan pengakuan Jaranan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, sedangkan e-katalog menegaskan nilai moral seperti disiplin, gotong royong, dan religiusitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Project Citizen berbasis kearifan lokal efektif memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pelestarian warisan budaya daerah.
Copyrights © 2026