SAJARATUN : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Vol 12 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Satwa Dan Media: Konflik Gajah Di Pulau Sumatera Dalam Surat Kabar Kolonial (1859-1937)

Jonathan Hasudungan (Universitas Padjadjaran)
Shafa Nurazizah (Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
05 Jun 2026

Abstract

Status Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang saat ini berada pada kategori Critically Endangered menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar telah menjadi persoalan lingkungan yang serius. Berbagai penelitian telah membahas konflik gajah pada masa kontemporer, namun kajian mengenai representasi konflik tersebut dalam media kolonial masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi narasi dan menganalisis pemberitaan konflik gajah di Sumatera dalam surat kabar kolonial pada tahun 1859-1937. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama berupa surat kabar kolonial yang diperoleh dari koleksi digital Delpher dan Perpustakaan Universitas Leiden. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif Marxis melalui konsep komodifikasi dan teori alienasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi perkebunan komersial di Sumatera pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 telah mengubah lanskap hutan menjadi lahan produksi monokultur, sehingga mempersempit ruang hidup gajah dan meningkatkan intensitas konflik dengan manusia. Surat kabar kolonial umumnya merepresentasikan gajah sebagai ancaman terhadap kepentingan ekonomi karena dianggap merusak perkebunan, infrastruktur, dan aset perusahaan. Narasi tersebut turut melegitimasi tindakan perburuan sebagai upaya pengendalian gajah. Selain itu, perburuan gajah berkembang menjadi aktivitas bernilai ekonomi melalui perdagangan gading. Analisis konsep komodifikasi menunjukkan bahwa konflik gajah terjadi karena perubahan fungsi ruang hidup menjadi komoditas ekonomi, sedangkan teori alienasi memperlihatkan bahwa para pemburu juga mengalami keterasingan akibat hubungan kerja yang bersifat eksploitatif dalam sistem kapitalis. Dengan demikian, konflik Gajah Sumatera pada masa kolonial merupakan konsekuensi dari transformasi lingkungan dan ekspansi basis kapitalis melalui kolonialisme yang mengubah relasi antara manusia, satwa, dan ruang hidupnya.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sajaratun

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Jurnal Sajaratun ini dulu diterbitkan pertama kali bulan Mei 2016 dengan nama Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah UNIFLOR dan diterbitkan 2 kali setahun dalam bulan Mei dan November. Sekarang akan diterbitkan dengan nama SAJARATUN dan terbit pada ...