Penerapan metode Overall Equipment effectiveness (OEE) dan Total Productive Maintenance (TPM) pada PT. XYZ diharapkan dapat memberikan gambaran dan ramalan terkait produksi dan evektifitas dari penggunaan mesin yang berada dalam ruang produksi. permasalah dari penelitian adalah terjadinya masalah saat produksi berlangsung akibat terjadinya kerusakan mesin yang dapat menurunkan produkstifitas mesin yang ada di ruang produksi tersebut, yang disebabkan oleh tidak adanya jadwal maintenance mesin yang teratur. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang sering terjadi di perusahaan seperti kerusakan mesin secara mendadak, tidak terkontrolnya maintenance yang disebabkan oleh tidak adanya jadwal yang mengakibatkan penurunan produksi di perusahaan yang menjadi sautu kerugian terhadap perusahaan tersebut. Metode yang akan di pakai dalam menyelesaikan penelitian ini yaitu, Overall Equipment Effectivenes (OEE) dan Total Productive Maintenance(TPM) Fishbone Diagram dan 5W + H yang saling terikat satu sama lain dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mesin yang paling rendah nilai OEE yaitu mesin shaker dan mesin rotex, dengan angka 32,68% dan 14,16%. Sedangkan rata-rata nilai yang didapatkan untuk perbaikan mesin berdasarkan MTBF yaitu mesin shaker 27.1 dan mesin rotex 21.6 jam, dan MTTR atau waktu yang di butuhkan untuk maintenance adalah mesin shaker 2.2 Jam dan mesin rotex 2.2 Jam.
Copyrights © 2026