Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KERUSAKAN DAN PENJADWALAN MESIN PRODUKSI MENGGUNAKAN OVERALLL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PT. XYZ Muhammad Syukur Anugrah Adam; Rudolf Simatupang; Hendra Uloli
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38305

Abstract

Penerapan metode Overall Equipment effectiveness (OEE) dan Total Productive Maintenance (TPM) pada PT. XYZ diharapkan dapat memberikan gambaran dan ramalan terkait produksi dan evektifitas dari penggunaan mesin yang berada dalam ruang produksi. permasalah dari penelitian adalah terjadinya masalah saat produksi berlangsung akibat terjadinya kerusakan mesin yang dapat menurunkan produkstifitas mesin yang ada di ruang produksi tersebut, yang disebabkan oleh tidak adanya jadwal maintenance mesin yang teratur. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang sering terjadi di perusahaan seperti kerusakan mesin secara mendadak, tidak terkontrolnya maintenance yang disebabkan oleh tidak adanya jadwal yang mengakibatkan penurunan produksi di perusahaan yang menjadi sautu kerugian terhadap perusahaan tersebut. Metode yang akan di pakai dalam menyelesaikan penelitian ini yaitu, Overall Equipment Effectivenes (OEE) dan Total Productive Maintenance(TPM) Fishbone Diagram dan 5W + H yang saling terikat satu sama lain dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mesin yang paling rendah nilai OEE yaitu mesin shaker dan mesin rotex, dengan angka 32,68% dan 14,16%. Sedangkan rata-rata nilai yang didapatkan untuk perbaikan mesin berdasarkan MTBF yaitu mesin shaker 27.1 dan mesin rotex 21.6 jam, dan MTTR atau waktu yang di butuhkan untuk maintenance adalah mesin shaker 2.2 Jam dan mesin rotex 2.2 Jam. 
PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN PENDEKATAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA WATER TREATMENT PLANT DI PT. SASL & SONS INDONESIA Asbar Muda; Jamal Darusalam; Rudolf Simatupang
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38493

Abstract

Water Treatment Plant (WTP) merupakan sistem utilitas penting yang berperan dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi operasional industri. Namun, efektivitas peralatan pada sistem ini seringkali belum optimal akibat penerapan pemeliharaan yang kurang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas peralatan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi kerugian dominan melalui Six Big Losses, serta menganalisis pengaruh penerapan Total Productive Maintenance (TPM) terhadap nilai OEE.  Penelitian dilakukan pada lima unit utama WTP di PT SASL Sons Indonesia dengan menggunakan data operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata OEE pada ke 4 unit Water Treatment Plant  masih di bawah standar world class (≥85%). Unit Kontrol dan Instrumentasi sebagai unit dengan kinerja tertinggi dengan nilai OEE sebesar 86,26% dan unit filtrasi sebagai unit dengan kinerja terendah. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa reduced speed loss dan yield/scrap loss merupakan penyebab utama penurunan efektivitas. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara TPM dan OEE dengan koefisien korelasi sebesar 0,778 dan nilai signifikansi 0,003. Peningkatan implementasi TPM terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas peralatan pada sistem WTP.
OPTIMASI PENGELOLAAN KAPASITAS PENYIMPANAN JAGUNG MENGGUNAKAN METODE ILP (STUDI KASUS. PT. XYZ) Nurhanisa Badu; Stella Junus; Rudolf Simatupang
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 6 NO. 1, MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v6i1.38681

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang produksi pakan ternak, budidaya unggas, dan pengolahan makanan. PT. XYZ cabang Gorontalo berperan strategis sebagai pusat pengadaan dan penyimpanan jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak, mengingkat Gorontalo merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Indonesia. Penelitian ini mengkaji optimasi kapasitas penyimpanan jagung menggunakan metode Integer Linear Programmming (ILP). Perusahaan mengoperasikan empat silo kapasitas total 20.000 ton, namun akumulasi stok maksimum mencapai 33.272 ton pada Juli 2024, sehingga terjadi defisit kapasitas sebesar 13.272 ton (66,36%). Hasil optimasi menggunakan Microsoft excel solver dan LINGO 14.0 menunjukkan kebutuhan 7 unit silo dengan total kapasitas 35.000 ton, tingkat utilitas sebesar 95,06%, dan cadangan kapasitas 1.728 ton, guna untuk menjamin efisiensi operasional penyimpanan jagung pada perusahaan.