Water Treatment Plant (WTP) merupakan sistem utilitas penting yang berperan dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi operasional industri. Namun, efektivitas peralatan pada sistem ini seringkali belum optimal akibat penerapan pemeliharaan yang kurang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas peralatan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi kerugian dominan melalui Six Big Losses, serta menganalisis pengaruh penerapan Total Productive Maintenance (TPM) terhadap nilai OEE. Penelitian dilakukan pada lima unit utama WTP di PT SASL Sons Indonesia dengan menggunakan data operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata OEE pada ke 4 unit Water Treatment Plant masih di bawah standar world class (≥85%). Unit Kontrol dan Instrumentasi sebagai unit dengan kinerja tertinggi dengan nilai OEE sebesar 86,26% dan unit filtrasi sebagai unit dengan kinerja terendah. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa reduced speed loss dan yield/scrap loss merupakan penyebab utama penurunan efektivitas. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara TPM dan OEE dengan koefisien korelasi sebesar 0,778 dan nilai signifikansi 0,003. Peningkatan implementasi TPM terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas peralatan pada sistem WTP.
Copyrights © 2026