Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis integritas dan merosotnya nilai empati pejabat publik yang tecermin dalam karya sastra kontemporer. Karya sastra berfungsi sebagai media kritik terhadap perilaku amoral dan ketidakadilan birokrasi. Penelitian ini bertujuan membedah tema, tokoh, penokohan, latar, dan amanat cerpen "Orang-orang dari Beijing" karya M. Isa Gautama menggunakan pendekatan moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik analisis isi yang berfokus pada evaluasi etika. Temuan menunjukkan tema utama cerpen berupa kritik tajam terhadap dekadensi moral pemimpin yang memprioritaskan gaya hidup hedonis daripada tanggung jawab sosial saat rakyat dilanda bencana. Penokohan kontras antara pejabat korup dan rakyat jujur memperlihatkan jurang pemisah aspek kemanusiaan. Latar tempat yang berlawanan antara kemewahan Beijing dan wilayah banjir bandang mempertegas hilangnya kompas moral penguasa. Penelitian menyimpulkan bahwa kesuksesan manipulatif berujung pada keterasingan batin. Implikasinya diharapkan memperkuat fungsi sastra sebagai sarana pendidikan karakter.
Copyrights © 2026