Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KRITIK MORALITAS PENGORBANAN IBU DALAM CERPEN “SANG MALAIKAT PELINDUNG” KARYA DR. NURSAID, M.PD.: KAJIAN ETIKA DEONTOLOGI Intan Febriana; Nadiva Deza; Abdurrahman
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 4 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi April
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/phj9ed92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kritik moral terhadap pengorbanan seorang ibu dalam cerpen Sang Malaikat Pelindung karya Dr. Nursaid, M.Pd. dengan menggunakan pendekatan etika deontologi. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media refleksi nilai moral dalam kehidupan manusia, sehingga relevan untuk dianalisis secara etis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pembacaan heuristik dan hermeneutik untuk memahami makna tersurat dan tersirat dalam teks. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang mengandung nilai moral, yang kemudian dikategorikan ke dalam hubungan manusia dengan diri sendiri dan dengan orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorbanan ibu direpresentasikan sebagai kewajiban moral yang bersifat absolut, sesuai dengan prinsip etika deontologi yang menekankan tindakan berdasarkan kewajiban, bukan konsekuensi. Namun demikian, ditemukan pula kritik implisit terhadap pengorbanan yang berlebihan hingga berpotensi mengabaikan diri sendiri. Hal ini menunjukkan kompleksitas nilai moral dalam karya sastra. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak individu, serta peran apresiasi sastra dalam membangun kesadaran moral dan pembentukan karakter.
Analisis Struktural dan Moral Cerpen "Sebelum Kita Membakar Jembatan" Karya Putra Dewangga Diah Pratiwi; Abdurrahman
Lingua Scientia Journal Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Maret-Mei
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan nilai moral dalam cerpen “Sebelum Kita Membakar Jembatan” karya Putra Dewangga Candra Seta melalui pendekatan struktural dan moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis tema, tokoh, penokohan, latar, dan amanat melalui pembacaan intensif, pencatatan data, serta analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini mengangkat tema cinta yang terhambat perbedaan keyakinan dan tekanan sosial. Tokoh utama mengalami konflik batin antara kebahagiaan pribadi dan tanggung jawab moral terhadap keluarga serta agama. Latar dan suasana memperkuat ketegangan emosional yang mencerminkan realitas sosial pasangan beda keyakinan. Amanat cerpen menekankan pentingnya keikhlasan, pengorbanan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Cerpen ini menjadi refleksi sosial sekaligus sarana pembelajaran etis tentang cinta, pilihan hidup, dan nilai kemanusiaan.
Analisis Struktural dan Moral Cerpen "Orang-orang dari Beijing" Karya Mohammad Isa Gautama Naifah Zahirah; Abdurrahman
Lingua Scientia Journal Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Maret-Mei
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis integritas dan merosotnya nilai empati pejabat publik yang tecermin dalam karya sastra kontemporer. Karya sastra berfungsi sebagai media kritik terhadap perilaku amoral dan ketidakadilan birokrasi. Penelitian ini bertujuan membedah tema, tokoh, penokohan, latar, dan amanat cerpen "Orang-orang dari Beijing" karya M. Isa Gautama menggunakan pendekatan moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik analisis isi yang berfokus pada evaluasi etika. Temuan menunjukkan tema utama cerpen berupa kritik tajam terhadap dekadensi moral pemimpin yang memprioritaskan gaya hidup hedonis daripada tanggung jawab sosial saat rakyat dilanda bencana. Penokohan kontras antara pejabat korup dan rakyat jujur memperlihatkan jurang pemisah aspek kemanusiaan. Latar tempat yang berlawanan antara kemewahan Beijing dan wilayah banjir bandang mempertegas hilangnya kompas moral penguasa. Penelitian menyimpulkan bahwa kesuksesan manipulatif berujung pada keterasingan batin. Implikasinya diharapkan memperkuat fungsi sastra sebagai sarana pendidikan karakter.
Analisis Struktural dan Resepsi Pembaca Cerpen “Gara-gara Angpau” Karya Sunlie Thomas Alexander Nurul Indah; Abdurrahman
Lingua Scientia Journal Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Maret-Mei
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dan resepsi pembaca terhadap cerpen "Gara-gara Angpau" karya Sunlie Thomas Alexander. Dengan menggunakan pendekatan struktural dan teori resepsi pembaca, penelitian ini menggali bagaimana alur, tokoh, dan latar membangun makna cerita, serta bagaimana pembaca menafsirkan konflik sosial yang disajikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini menggunakan alur campuran (kilas balik) untuk membangun ketegangan, dengan tema utama berupa tekanan sosial tradisi dan ironi harga diri pribadi. Dari perspektif resepsi pembaca, cerita ini membangkitkan perasaan ironi dan simpati, karena mencerminkan perjuangan realistis dalam menjaga status sosial selama perayaan budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa Sunlie Thomas Alexander berhasil mengkritik kesombongan sosial melalui narasi tragikomedis.
Apresiasi Prosa dengan Pendekatan Struktural Cerpen “Sepasang Lembu Ibu dan Wak Lam” Khairil Hamzah; Abdurrahman
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengapresiasi karya sastra prosa, khususnya cerpen berjudul "Sepasang Lembu Ibu dan Wak Lam" karya Sunlie Thomas Alexander yang dimuat dalam Kumpulan Cerpen Kompas 2021, dengan menggunakan pendekatan struktural. Pendekatan struktural dipilih karena memungkinkan pembaca untuk membongkar unsur-unsur intrinsik karya sastra secara sistematis dan ilmiah, meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini memiliki struktur naratif yang kohesif dengan tema sentral tentang relasi manusia, hewan, dan keterancaman ruang hidup tradisional di tengah modernisasi. Alur campuran digunakan secara efektif untuk membangun ketegangan emosional. Tokoh Wak Lam dan sepasang lembu berfungsi sebagai representasi simbolik dari nilai-nilai lokal yang terpinggirkan. Gaya bahasa yang khas menciptakan efek literer yang kuat. Kajian ini membuktikan bahwa pendekatan struktural masih relevan dan produktif dalam mengapresiasi prosa kontemporer Indonesia.