Jurnal Hubungan Internasional MONDIAL
Vol 3, No 1 (2026): Maret-Agustus 2026

Perjuangan Kemerdekaan dan Transisi Politik di Negara-Negara Maghrib: Maroko, Aljazair, dan Tunisia

Muhamad Syahrus Sobirin (Unknown)
Mohammad Izdiyan Muttaqin (Universitas Indonesia)
Mulawarman Hannase (Universitas Indonesia)
Nurwahidin Nurwahidin (Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2026

Abstract

Perjuangan kemerdekaan dan transisi politik di kawasan Maghrib mencerminkan dinamika historis yang kompleks serta interaksi antara kolonialisme Eropa, mobilisasi nasionalis, dan rekonstruksi negara pascakolonial yang berlangsung dalam konteks sosial politik yang berbeda di Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Kolonialisme Prancis dan Spanyol membentuk struktur politik yang tidak seragam, mulai dari protektorat di Maroko dan Tunisia hingga koloni pemukim di Aljazair, yang kemudian menentukan strategi perjuangan masing-masing negara. Maroko mengutamakan diplomasi yang dipimpin Sultan Mohammed V dan dukungan organisasi nasionalis, Tunisia memusatkan gerakan politik melalui Neo-Destour dengan orientasi negosiasi yang kuat, sementara Aljazair menempuh perang bersenjata panjang melalui FLN sebagai respons terhadap kolonialisme pemukim yang represif. Perbedaan karakter perjuangan tersebut menghasilkan bentuk transisi politik yang tidak seragam: Maroko bertransformasi menjadi monarki konstitusional dengan stabilitas relatif tinggi melalui sentralitas kekuasaan monarki; Aljazair mengembangkan sistem politik yang didominasi militer dan menghadapi konflik internal berkepanjangan hingga perang saudara; sedangkan Tunisia mengalami modernisasi institusional sejak awal kemerdekaan, kemudian memasuki fase reformasi demokratis setelah revolusi 2011 meskipun menghadapi tantangan serius dalam konsolidasi lembaga politik. Konstelasi politik kontemporer Maghrib memperlihatkan bahwa warisan kolonial, konfigurasi elite pascakemerdekaan, dan dinamika sosial domestik memiliki pengaruh kuat terhadap proses pembentukan negara, stabilitas kawasan, serta arah politik jangka panjang, sehingga pemahaman terhadap sejarah perjuangan dan transisi politik ketiga negara ini menjadi kunci untuk membaca perkembangan geopolitik Afrika Utara secara lebih komprehensif.Kata kunci: Maghrib, kolonialisme, kemerdekaan, transisi politik, Afrika Utara

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

mnd

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Mondial: Jurnal Hubungan Internasional (E-ISSN: 3062-6609) merupakan media jurnal yang bertujuan memfasilitasi dan berbagi penelitian dalam lingkup politik dan hubungan internasional. Jurnal ini dikelola oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas ...