Perkembangan pendidikan global menuntut pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan komunikasi guru, khususnya di kelas bilingual. Dalam International Class Program (ICP), guru perlu memiliki keterampilan komunikasi efektif dan public speaking agar pembelajaran berbahasa Inggris berlangsung optimal. Salah satu sekolah yang menghadapi tantangan tersebut adalah SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik. Hasil observasi menunjukkan keterbatasan kemampuan komunikasi guru yang berdampak pada kurang optimalnya interaksi dan pemahaman siswa, sehingga diperlukan program penguatan kompetensi secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan pelatihan dan mentoring melalui Focus Group Discussion (FGD), workshop, demonstrasi praktik, diskusi terbimbing, dan pendampingan berkelanjutan. Data diperoleh melalui observasi, FGD, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi komunikasi guru, baik verbal maupun nonverbal. Guru lebih mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara runtut, jelas, dan sistematis, dengan peningkatan intonasi, kejelasan suara, bahasa tubuh, serta kemampuan berbicara spontan dan responsif. Penerapan strategi komunikasi interaktif juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026