Degradasi lingkungan hidup yang dipicu oleh intensifikasi pemanfaatan sumber daya alam telah menjadi persoalan kritis dalam kerangka pembangunan ekonomi. Kondisi tersebut berdampak nyata pada penurunan fungsi ekologis sekaligus memperlemah tingkat kesejahteraan masyarakat. Bertolak dari permasalahan ini, penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana pendekatan penilaian ekonomi dapat dimanfaatkan untuk mengukur kerugian lingkungan serta mendukung tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Dari sisi metodologi, penelitian ini menerapkan desain deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian kepustakaan. Data dikumpulkan secara sekunder dari berbagai sumber, mencakup jurnal ilmiah, buku teks, artikel penelitian, dan dokumen terkait ekonomi lingkungan. Hasil kajian mengungkapkan bahwa kerusakan lingkungan dapat diukur melalui beragam komponen nilai ekonomi, yakni nilai guna langsung, nilai guna tidak langsung, nilai keberadaan, serta nilai warisan. Tiga metode utama yang digunakan dalam proses estimasi tersebut adalah Willingness to Pay (WTP), Willingness to Accept (WTA), dan Cost-Benefit Analysis (CBA). Kajian terhadap literatur sebelumnya menunjukkan adanya dualisme dampak dari eksploitasi sumber daya alam: di satu sisi menghasilkan surplus ekonomi yang signifikan, namun di sisi lain memicu kemerosotan fungsi ekosistem dan kualitas lingkungan. Atas dasar itu, valuasi ekonomi lingkungan Ditempatkan sebagai instrumen kebijakan yang esensial dalam mendorong pembangunan yang bertanggung jawab secara ekologis.
Copyrights © 2026