Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Valuasi Ekonomi dalam Mengukur Kerusakan Lingkungan: Penelitian Bonaraja Purba; Jelita Angeli Purba; Agnes Anggreni Tamba; Krisentia Angelina Napitu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6485

Abstract

Degradasi lingkungan hidup yang dipicu oleh intensifikasi pemanfaatan sumber daya alam telah menjadi persoalan kritis dalam kerangka pembangunan ekonomi. Kondisi tersebut berdampak nyata pada penurunan fungsi ekologis sekaligus memperlemah tingkat kesejahteraan masyarakat. Bertolak dari permasalahan ini, penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana pendekatan penilaian ekonomi dapat dimanfaatkan untuk mengukur kerugian lingkungan serta mendukung tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Dari sisi metodologi, penelitian ini menerapkan desain deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian kepustakaan. Data dikumpulkan secara sekunder dari berbagai sumber, mencakup jurnal ilmiah, buku teks, artikel penelitian, dan dokumen terkait ekonomi lingkungan. Hasil kajian mengungkapkan bahwa kerusakan lingkungan dapat diukur melalui beragam komponen nilai ekonomi, yakni nilai guna langsung, nilai guna tidak langsung, nilai keberadaan, serta nilai warisan. Tiga metode utama yang digunakan dalam proses estimasi tersebut adalah Willingness to Pay (WTP), Willingness to Accept (WTA), dan Cost-Benefit Analysis (CBA). Kajian terhadap literatur sebelumnya menunjukkan adanya dualisme dampak dari eksploitasi sumber daya alam: di satu sisi menghasilkan surplus ekonomi yang signifikan, namun di sisi lain memicu kemerosotan fungsi ekosistem dan kualitas lingkungan. Atas dasar itu, valuasi ekonomi lingkungan Ditempatkan sebagai instrumen kebijakan yang esensial dalam mendorong pembangunan yang bertanggung jawab secara ekologis.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2021-2025 : Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2021-2025 jelita Angeli purba; Krisentia Angelina Napitu; Agnes Anggreni Tamba; Evi Suryani Harahap
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19 menempatkan kemiskinan sebagai salah satu tantangan pembangunan yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Guna menelaah keterkaitan antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan angka kemiskinan di Indonesia dalam rentang 2021–2025, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series tahunan yang bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Pengolahan data dilaksanakan dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), mencakup analisis deskriptif, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Dari hasil analisis, diperoleh persamaan regresi Y = 61,286 − 0,700X dengan nilai signifikansi 0,003 (< 0,05), yang mengkonfirmasi bahwa IPM memiliki pengaruh negatif dan bermakna terhadap tingkat kemiskinan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,962 menunjukkan bahwa 96,2% fluktuasi kemiskinan selama periode kajian dapat diterangkan oleh variabel IPM. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia berkontribusi signifikan terhadap pengurangan kemiskinan. Dengan demikian, penguatan akses pendidikan, perbaikan layanan kesehatan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat perlu dijadikan pilar utama dalam strategi penanggulangan kemiskinan yang berkesinambungan.