Studi ini mengkaji peran intervensi komunikasi dalam meningkatkan kinerja operasional dan keberlanjutan finansial UMKM pedesaan. Selain keterbatasan modal dan infrastruktur, UMKM sering menghadapi hambatan pertumbuhan akibat kualitas layanan yang rendah karena komunikasi interpersonal yang kurang efektif. Penelitian ini mengevaluasi program sosialisasi “Komunikasi yang Baik” terhadap kualitas layanan dan pendapatan bersih pelaku usaha. Dengan metode campuran, data kuantitatif diperoleh dari 120 pelaku UMKM pedesaan peserta lokakarya di beberapa desa dan didukung data kualitatif dari diskusi kelompok fokus. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi yang efektif meningkatkan kualitas layanan, terutama daya tanggap, empati, dan jaminan pelanggan. Peningkatan kualitas layanan juga berkorelasi positif dengan retensi pelanggan, frekuensi transaksi, dan pendapatan usaha. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa pergeseran dari komunikasi transaksional ke relasional membantu membangun kepercayaan dalam komunitas desa. Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan nonformal yang berfokus pada keterampilan komunikasi profesional merupakan strategi hemat biaya untuk mendukung pembangunan ekonomi pedesaan dan meningkatkan daya saing UMKM di pasar regional yang semakin modern.
Copyrights © 2026