Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan siswa dalam menguasai kosakata bahasa Inggris melalui aplikasi Duolingo di SMP IL Kapten Nasipanaf Kupang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi kelas, angket siswa, wawancara guru dan siswa terpilih, serta analisis dokumen. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan pada pengucapan, ejaan, penggunaan kata secara gramatikal, serta pemahaman makna dan retensi. Faktor penyebabnya meliputi rendahnya motivasi belajar, kurangnya latihan di luar aplikasi, pemahaman fitur yang terbatas, akses internet yang tidak stabil, dan keterbatasan perangkat. Duolingo membantu pengenalan awal kosakata melalui latihan berulang dan fitur gamifikasi, tetapi belum cukup mendukung penggunaan kosakata secara produktif. Oleh karena itu, penggunaan Duolingo perlu dipadukan dengan pendampingan guru dan aktivitas kelas berbasis praktik.
Copyrights © 2026