Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan epistemologis pendidikan Islam di era Artificial Intelligence (AI), khususnya terkait pergeseran otoritas pengetahuan dari wahyu menuju algoritma. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research dengan analisis filosofis-kritis terhadap literatur kontemporer dan pemikiran epistemologi Islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan AI telah menggeser struktur epistemologi pendidikan, dari yang berbasis wahyu, sanad, dan otoritas keilmuan menuju sistem algoritmik yang berbasis data, kecepatan, dan efisiensi. Pergeseran ini memunculkan krisis kepakaran, ilusi pengetahuan, serta dekontekstualisasi ilmu dalam pendidikan Islam. Penelitian ini juga menemukan bahwa AI berperan sebagai aktor epistemik baru yang tidak hanya memediasi, tetapi juga memproduksi dan memvalidasi pengetahuan, meskipun tanpa dimensi etik dan spiritual. Sebagai respons, penelitian ini menawarkan model rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam yang integratif melalui sintesis antara wahyu, akal, dan teknologi dalam kerangka kritis-transformatif. Model ini menempatkan wahyu sebagai fondasi normatif, akal sebagai instrumen reflektif, dan AI sebagai alat bantu epistemik yang harus dikontrol secara etis. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam merekonstruksi dan memperluas kajian epistemologi pendidikan Islam di era digital, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berorientasi nilai di tengah disrupsi teknologi.
Copyrights © 2026