Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan masih adanya perilaku membolos yang dilakukan oleh siswa di SMP Negeri 1 Tomohon yang berdampak pada rendahnya kedisiplinan, motivasi belajar, serta pencapaian akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara guru bimbingan dan konseling dalam menangani masalah siswa yang bolos serta menganalisis berbagai faktor yang menghalangi pelaksanaan cara tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa cara yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengatasi masalah bolos mencakup pendekatan pribadi kepada siswa, memberikan perhatian khusus, melaksanakan layanan konseling individu dan kelompok, memberikan dorongan, menyampaikan informasi tentang dampak negatif dari bolos melalui media mading, membuat surat pernyataan atau kontrak perilaku, serta menjalin kerja sama dengan orang tua dan wali kelas.. Selain itu, ditemukan pula beberapa faktor penghambat, antara lain kurangnya keterlibatan orang tua dalam proses pembinaan siswa, keterbatasan jumlah guru bimbingan dan konseling dibandingkan dengan jumlah peserta didik, serta kondisi lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya mendukung proses pengawasan siswa secara optimal. Strategi guru BK SMPN 1 Tomohon dalam mengatasi siswa membolos sudah cukup baik, namun perlu penguatan program spesifik dan kerja sama dengan orang tua agar lebih optimal
Copyrights © 2026