Tantangan moral yang muncul akibat globalisasi, teknologi digital, dan perubahan nilai sosial telah meningkatkan urgensi penguatan pendidikan karakter Islami pada anak. Penelitian terdahulu mengenai pola asuh Islami dan pendidikan tahfizh umumnya masih membahas pendidikan keluarga dan pendidikan lembaga keagamaan secara terpisah, sehingga belum banyak mengkaji peran integratif keduanya dalam membentuk karakter keshalihan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dalam membentuk karakter keshalihan anak di Ma’had Tahfizh Kampung Qur’an Madani, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengkaji sinergi pendidikan antara keluarga dan lingkungan ma’had. Kebaruan penelitian ini terletak pada perspektif integratif yang menempatkan keterlibatan orang tua, pembiasaan religius, dan keteladanan sebagai fondasi yang saling berkaitan dalam pembentukan karakter Islami yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap orang tua, ustadz, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter keshalihan anak terbentuk secara berkelanjutan melalui keterlibatan orang tua yang konsisten, pembiasaan religius, keteladanan, dan kesinambungan pendidikan antara keluarga dan lembaga pendidikan
Copyrights © 2026