Piala Dunia FIFA Qatar 2022 menimbulkan kontroversi global terkait hak pekerja migran dan representasi LGBTQ+ yang menarik perhatian media internasional secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktor sosial direpresentasikan dalam pemberitaan kontroversi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 oleh The Guardian, Al Jazeera, dan The Jakarta Post. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis dan teori representasi aktor sosial Theo van Leeuwen. Data penelitian berupa enam belas artikel berita daring yang dipublikasikan selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022 berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media menggunakan strategi eksklusi dan inklusi dalam merepresentasikan aktor sosial. The Guardian cenderung merepresentasikan FIFA dan Qatar secara kritis melalui isu hak asasi manusia dan diskriminasi. Al Jazeera cenderung mengurangi kritik terhadap Qatar melalui strategi suppression dan konstruksi pasif, sedangkan The Jakarta Post menampilkan representasi yang relatif seimbang. Strategi activation menjadi strategi inklusi yang paling dominan pada ketiga media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana media bersifat ideologis dan berpengaruh terhadap pembentukan persepsi publik terhadap isu internasional kontroversial
Copyrights © 2026