Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan akhlak dalam menjawab problem degradasi moral peserta didik serta perlunya integrasi antara konsep klasik dan praktik pendidikan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya dengan pendidikan karakter di MA Miftahul Hasan Wangkal Gading Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa yang terbentuk melalui pembiasaan, latihan spiritual (riyadhah), dan pengendalian diri hingga menjadi karakter yang melekat (malakah). Nilai-nilai karakter yang ditemukan meliputi religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, tawadhu’, sopan santun, dan kemandirian. Implementasi nilai-nilai tersebut di MA Miftahul Hasan dilakukan melalui kegiatan religius, pembiasaan perilaku positif, serta keteladanan guru. Konsep Al-Ghazali terbukti relevan dengan praktik pendidikan karakter di madrasah, meskipun masih terdapat tantangan berupa kecenderungan kepatuhan yang bersifat eksternal. Kesimpulannya, konsep pendidikan akhlak Al-Ghazali memiliki relevansi kuat dalam membentuk karakter peserta didik, terutama jika diimbangi dengan pembinaan kesadaran internal agar terbentuk akhlak yang autentik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026