Tujuan: Artikel ini merumuskan kerangka etis-teologis-pedagogis penggunaan artificial intelligence dalam Pendidikan Agama Kristen. Isu ini penting karena AI mulai dipakai untuk menyiapkan bahan ajar, menyusun tugas, memberi umpan balik awal, dan membuka akses pengetahuan keagamaan di ruang digital. Metodologi: Penelitian menggunakan studi literatur kualitatif melalui pembacaan, klasifikasi, dan sintesis artikel jurnal mutakhir tentang AI dalam pendidikan, generative AI, etika AI, dan Pendidikan Agama Kristen. Temuan: AI dapat membantu perencanaan pembelajaran, penyusunan kasus kontekstual, diferensiasi penjelasan, asesmen formatif, dan pengembangan sumber belajar digital. Akan tetapi, AI juga memunculkan risiko ketidakjujuran akademik, ketergantungan, bias, privasi, dan reduksi pembentukan iman menjadi keluaran informasi. Implikasi penelitian: Guru PAK membutuhkan literasi etis agar mampu memverifikasi keluaran AI, merancang tugas yang menjaga proses belajar, dan membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara jujur serta reflektif. Orisinalitas: Artikel ini menawarkan lima prinsip praktis penggunaan AI dalam PAK, yaitu martabat manusia, kebenaran, tanggung jawab, hikmat, dan kasih.
Copyrights © 2026