Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran dalam membangun citra Kampung Berhias Produksi Tapai sebagai ikon lokal di Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha tapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi pemasaran masih bersifat konvensional, individual, dan belum terintegrasi. Aktivitas promosi didominasi oleh personal selling serta penggunaan media digital terbatas seperti WhatsApp yang hanya berfungsi sebagai sarana transaksi. Ditinjau dari konsep Integrated Marketing Communication (IMC), praktik tersebut belum memenuhi prinsip keterpaduan, konsistensi pesan, dan koordinasi antar saluran komunikasi. Akibatnya, citra kampung belum terbentuk secara kuat di masyarakat. Meskipun pelaku usaha berperan penting dalam hubungan pelanggan dan pemerintah memberikan dukungan simbolik, komunikasi masih terfragmentasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi terpadu, optimalisasi media digital, dan branding kolektif untuk memperkuat citra kampung.
Copyrights © 2026