Artificial intelligence (AI) mendorong perubahan khususnya pendidikan, di sisi lain hal, ini berpotensi mereduksi kemampuan literasi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan akibat dari penggunaan artificial intelligence (AI) terhadap kemampuan literasi, kognitif dan perilaku sosial peserta didik di SMK-SMAK Makassar. Kualitatif fenomenologi digunakan dengan metode observasi partisipatif selama 12 bulan. Penelitian ini menungkap delegasi nalar atau black box syndrome, di mana peserta didik membebankan tugas kognitif pada mesin. Temuan penelitian ini adalah: Kedangkalan kognitif yang berakibat pada inflasi nilai, saat peserta didik mampu mendapatkan nilai yang baik tetapi tidak memahami makna kontekstual. Penumpulan makna komunikasi dan reduksi kosakata baku, serta kurangnya self-efficacy terwujud dalam learned helplessness dan ketidaktelitian membaca prosedur kerja analisa di laboratorium. Rekomendasi dari penelitian ini adalah adanya penyesuaian kurikulum yang mengedepankan aspek konfirmasi langsung (lisan) dan lebih fokus pada pembuktian manual untuk menjaga orisinalitas kompetensi lulusan di era AI.
Copyrights © 2026