Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Erosi Literasi di Era AI: Studi Kasus Peserta Didik SMK-SMAK Makassar Muhammad Aswar Ahmad
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6713

Abstract

Artificial intelligence (AI) mendorong perubahan khususnya pendidikan, di sisi lain hal, ini berpotensi mereduksi kemampuan literasi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan akibat dari penggunaan artificial intelligence (AI) terhadap kemampuan literasi, kognitif dan perilaku sosial peserta didik di SMK-SMAK Makassar. Kualitatif fenomenologi digunakan dengan metode observasi partisipatif selama 12 bulan. Penelitian ini menungkap delegasi nalar atau black box syndrome, di mana peserta didik membebankan tugas kognitif pada mesin. Temuan penelitian ini adalah: Kedangkalan kognitif yang berakibat pada inflasi nilai, saat peserta didik mampu mendapatkan nilai yang baik tetapi tidak memahami makna kontekstual. Penumpulan makna komunikasi dan reduksi kosakata baku, serta kurangnya self-efficacy terwujud dalam learned helplessness dan ketidaktelitian membaca prosedur kerja analisa di laboratorium. Rekomendasi dari penelitian ini adalah adanya penyesuaian kurikulum yang mengedepankan aspek konfirmasi langsung (lisan) dan lebih fokus pada pembuktian manual untuk menjaga orisinalitas kompetensi lulusan di era AI.
EDUKASI GERAKAN SEDEKAH SUBUH DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI JAMAAH TERHADAP PEMBANGUNAN MASJID BABUL JANNAH DESA ANDOWENGGA KABUPATEN KOLAKA TIMUR SULAWESI TENGGARA Nur Isra' Ahmad; Supriadi Supriadi; Mujahidah Mujahidah; Farhah Utami; Muhammad Aswar Ahmad
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Babul Jannah di Desa Andowengga, Kabupaten Kolaka Timur, menghadapi kendala dalam penyelesaian pembangunan dan pemenuhan fasilitas ibadah karena sumber pendanaan masih bergantung pada donasi insidental masyarakat. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan sistem pendanaan yang lebih rutin, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi jamaah. Program Gerakan Sedekah Subuh dirancang sebagai solusi untuk membangun budaya sedekah yang konsisten sekaligus memperkuat kemandirian pendanaan masjid. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran jamaah terhadap pentingnya sedekah subuh, membangun rasa kepemilikan terhadap masjid, serta menciptakan alternatif pendanaan yang sederhana dan akuntabel. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui ceramah tematik, diskusi interaktif, serta implementasi sistem toples bernama sebagai wadah sedekah rutin. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan perilaku jamaah dalam membiasakan sedekah, meningkatnya kepedulian sosial, serta terbentuknya sistem pendanaan swadaya yang lebih teratur. Kesimpulannya, program ini berhasil menumbuhkan budaya filantropi Islam berbasis partisipasi jamaah dan memberikan model pemberdayaan masjid yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.