Masa depan sektor pariwisata, khususnya museum, menghadapi tantangan signifikan akibat krisis global dan perubahan perilaku wisatawan milenial dan zienial yang sangat bergantung pada teknologi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis model optimasi strategi kompetitif museum melalui integrasi Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC), Warisan Merek, dengan kesiapan pemasaran digital sebagai variabel moderasi. Dengan menggunakan pendekatan penjelasan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari pengunjung Museum Ullen Sentalu menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) berbasis SmartPLS. Secara teoritis, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi IMC yang konsisten dan penguatan warisan merek yang autentik secara signifikan meningkatkan keunggulan kompetitif museum. Lebih lanjut, kesiapan pemasaran digital terbukti bertindak sebagai penguat yang memperkuat pengaruh IMC dan warisan merek pada strategi kompetitif, terutama dalam menjaga relevansi museum di tengah mobilitas terbatas selama krisis. Temuan ini berkontribusi pada pengelola museum dalam mentransformasikan paradigma mereka dari sekadar penyimpanan koleksi menjadi destinasi adaptif dan sangat kompetitif di era digital
Copyrights © 2026