Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online di Maisura Foundation Banyumas. Perkembangan pembelajaran daring sejak masa pandemi Covid-19 mendorong lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital, termasuk dalam pendidikan Al-Qur’an. Namun, pembelajaran Al-Qur’an secara online sering dianggap kurang efektif karena proses talaqqi dan musyafahah secara tradisional menuntut adanya interaksi tatap muka langsung antara guru dan murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pendiri lembaga, guru, dan peserta didik di Maisura Foundation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online dapat dilaksanakan secara efektif apabila didukung oleh guru yang kompeten, jaringan internet yang stabil, sistem pembelajaran privat, interaksi visual melalui video call, serta penerapan adab belajar yang baik. Implementasi talaqqi dan musyafahah secara online tetap mampu menjaga kesinambungan sanad apabila dilakukan sesuai standar pembelajaran dan berada dalam pengawasan guru. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan Al-Qur’an berbasis online memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di daerah terpencil, pekerja dengan keterbatasan waktu, dan pembelajar dewasa yang merasa kurang nyaman belajar secara offline. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bersanad berbasis online menjadi inovasi pendidikan penting di era digital tanpa menghilangkan autentisitas dan kualitas transmisi keilmuan Al-Qur’an.
Copyrights © 2026