Tradisi megengan merupakan budaya Jawa yang dilaksanakan menjelang Ramadhan. Di Desa Jekek, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, tradisi ini memiliki ciri khas berupa pemberian bingkisan makanan sederhana kepada tetangga terdekat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran tradisi megengan sebagai sarana penanaman nilai-nilai karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur tradisi megengan memiliki makna simbolis: waktu pelaksanaan sebagai pengingat spiritual, bingkisan makanan melambangkan syukur dan ketulusan, prosesi pengiriman mempererat hubungan sosial, fokus pada tetangga terdekat memperkuat ikatan sosial, dan keterlibatan anak-anak menjadi sarana regenerasi tradisi. Tradisi ini menanamkan lima nilai karakter, yaitu religiusitas, kepedulian sosial, gotong royong, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Penanaman nilai berlangsung melalui tahap pengenalan, partisipasi, dan internalisasi. Tradisi megengan terbukti menjadi sarana pendidikan karakter informal yang efektif, menghubungkan antargenerasi, dan sejalan dengan program pendidikan karakter nasional.
Copyrights © 2026