Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Simbolik Tradisi Megengan dan Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter pada Masyarakat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur: Penelitian Tiara Nur'aini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6785

Abstract

Tradisi megengan merupakan budaya Jawa yang dilaksanakan menjelang Ramadhan. Di Desa Jekek, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, tradisi ini memiliki ciri khas berupa pemberian bingkisan makanan sederhana kepada tetangga terdekat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran tradisi megengan sebagai sarana penanaman nilai-nilai karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur tradisi megengan memiliki makna simbolis: waktu pelaksanaan sebagai pengingat spiritual, bingkisan makanan melambangkan syukur dan ketulusan, prosesi pengiriman mempererat hubungan sosial, fokus pada tetangga terdekat memperkuat ikatan sosial, dan keterlibatan anak-anak menjadi sarana regenerasi tradisi. Tradisi ini menanamkan lima nilai karakter, yaitu religiusitas, kepedulian sosial, gotong royong, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Penanaman nilai berlangsung melalui tahap pengenalan, partisipasi, dan internalisasi. Tradisi megengan terbukti menjadi sarana pendidikan karakter informal yang efektif, menghubungkan antargenerasi, dan sejalan dengan program pendidikan karakter nasional.
Nilai-nilai Islam Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri Henri; Parham Taufik; Tiara Nur'aini
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 21, No 2 (2025): Volume 21, Nomor 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v21i2.6462

Abstract

Aggalara’ tradition in the pasunna’ ceremony in Jeneponto Regency, South Sulawesi, is part of a cultural heritage that holds religious values, especially those related to Islam such as gratitude, brotherhood, trust, and education. This research aims to understand how these values are realized in the implementation of the tradition. The approach used is descriptive qualitative research with an ethnographic method, through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data is analyzed using Talcott Parsons' structural functionalism theory to reveal how this tradition functions in strengthening social bonds and maintaining balance in the community. The research results show that gratitude is reflected in expressions of thanks to God for the blessings of life and the successful conduct of the pasunna’ ceremony. Solidarity and family relationships within the community demonstrate a strong value of brotherhood. Value of trust can be seen from the responsibilities of traditional leaders in carrying out their roles, while education is evident in the process of passing values to the younger generation. Aggalara’ tradition not only preserves local cultural identity but also deepens Islamic values in a contextual manner. This finding emphasizes that local culture can be an effective instrument for educating religious values in everyday community life.