Transformasi digital telah mendorong pemerintah daerah untuk membangun tata kelola inovatif melalui kolaborasi multiaktor lintas sektor. Penelitian ini menganalisis implementasi konsep global helix dalam mewujudkan visi Bandung Smart City sebagai salah satu program transformasi digital pemerintahan daerah terdepan di Indonesia. Pendekatan global helix memperluas model quintuple helix dengan mengintegrasikan jaringan inovasi global, teknologi digital, dan ekosistem internasional ke dalam sistem tata kelola lokal. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi tujuh aktor global helix dalam Bandung Smart City: pemerintah, sektor bisnis, akademisi, komunitas, media, teknologi, dan jaringan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ketujuh aktor tersebut berhasil mendukung transformasi digital pelayanan publik Kota Bandung melalui inovasi seperti Bandung Command Center, aplikasi pelayanan publik digital, sistem pengaduan online, dan integrasi data kota berbasis teknologi. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan struktural yang perlu diatasi, meliputi kesenjangan digital, risiko keamanan siber, ketergantungan infrastruktur teknologi, biaya pengembangan yang besar, serta kompleksitas koordinasi antarpemangku kepentingan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan konsep collaborative governance berbasis global helix dalam konteks smart city di negara berkembang.
Copyrights © 2026