Status hidrasi yang buruk dipengaruhi oleh beban kerja berat di lingkungan kerja yang panas. Setidaknya sekitar 85,71% pekerja mengalami dehidrasi minimal dan 14,29% mengalami dehidrasi signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status hidrasi pada pekerja sektor manufaktur di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional, sampel penelitian pekerja di sektor manufaktur adalah 257 dari 504 pekerja. Variabel independen yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, status gizi, dan kebiasaan minum (air dan minuman berkafein). Variabel dependen yang diteliti adalah status hidrasi, dengan indikator berat jenis urin. Mayoritas pekerja mengalami status hidrasi normal, yaitu 60,3%, dehidrasi minimal (16%), dehidrasi signifikan (14,8%) dan dehidrasi berat (16,2%). Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi air dan kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein dengan status hidrasi pada pekerja manufaktur. Faktor lain seperti unit kerja, usia, jenis kelamin, status gizi, dan suhu ruangan tidak berhubungan signifikan dengan status hidrasi pekerja. Kebiasaan minum air dan konsumsi minuman berkafein memiliki hubungan yang signifikan dengan status hidrasi, sedangkan faktor lain seperti unit kerja, usia, jenis kelamin, status gizi, dan suhu ruangan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status hidrasi pekerja manufaktur
Copyrights © 2026