Alayyanur, Putri Ayuni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berkontribusi pada Status Hidrasi Pekerja Sektor Manufaktur di Surabaya Provinsi Jawa Timur Damayanti, Ratih; Lutfiya, Indah; Noviarmi, Fadilatus Sukma Ika; Alayyanur, Putri Ayuni; Zolkefley, Mohd Khairul Izamil; Rahmawati, Nur Anisah; Afina, Yoriza Mirsa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.8 No.1 (2026) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v8i1.26251

Abstract

Latar belakang: Status hidrasi yang buruk dipengaruhi oleh beban tambahan yang ada di lingkungan kerja yaitu iklim kerja panas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status hidrasi pada pekerja sektor manufaktur di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 257 pekerja dari total 504 pekerja manufaktur. Variabel independen meliputi unit kerja, umur, jenis kelamin, status gizi, suhu lingkungan kerja, konsumsi air, dan konsumsi minuman berkafein. Variabel dependen adalah status hidrasi yang diukur menggunakan berat jenis urin (urine specific gravity/USG). Pengukuran suhu lingkungan kerja dilakukan menggunakan Quest Temp Heat Stress Monitor Model 32. Status hidrasi diukur menggunakan sampel urine pagi bagian tengah (midstream urine) yang dianalisis menggunakan refraktometer. Data dianalisis secara deskripttif dan statistic. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,3% pekerja memiliki status hidrasi normal, sedangkan 16% mengalami dehidrasi minimal, 14,8% dehidrasi signifikan, dan 16,2% dehidrasi berat. Konsumsi air dan kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein berhubungan signifikan dengan status hidrasi pekerja (p < 0,05). Sementara itu, unit kerja, umur, jenis kelamin, status gizi, dan suhu lingkungan kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status hidrasi pekerja (p > 0,05). Kesimpulan: Pihak manajemen disarankan untuk mengoptimalkan pemanfaatan drinking station, scheduled hydration breaks secara berkala serta menyediakan alat pantau hidrasi visual berupa poster skema warna urin (Urine Color Chart) dan memberikan edukasi kepada pekerja terkait konsumsi cairan dan pembatasan konsumsi kafein.