Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi di SDN 11 Sumerta, pembelajaran matematika khususnya materi bangun datar masih didominasi metode konvensional, kurang melibatkan siswa secara aktif, serta belum mengaitkan materi dengan konteks budaya dan kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika (makanan tradisional Bali) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN 11 Sumerta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran tersebut terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan desain Pre-Experimental Design dalam bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas V SDN 11 Sumerta. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest pada materi bangun datar. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 56,89 meningkat menjadi 81,14 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 24,25 poin. Ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 6 siswa (16%) pada pretest menjadi 31 siswa (84%) pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika (makanan tradisional Bali) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN 11 Sumerta.
Copyrights © 2026