Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi lokal; namun, banyak pelaku usaha kecil terus menghadapi tantangan dalam menjaga pembukuan dan manajemen keuangan yang tepat, yang dapat menghambat keberlanjutan bisnis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pembukuan dan manajemen keuangan di antara anggota komunitas UMKM kuliner di Semarang, Indonesia. Intervensi ini menerapkan pendekatan pendampingan partisipatif menggunakan pembelajaran pengalaman (belajar sambil melakukan), yang terdiri dari pelatihan pembukuan praktis dan bantuan manajemen keuangan. Sebelas peserta terlibat dalam program ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kompetensi peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari 34 pada pre-test menjadi 72 pada post-test, yang mewakili peningkatan 38 poin. Kepuasan peserta mencapai 100% di semua indikator evaluasi, menunjukkan relevansi dan efektivitas intervensi. Selain meningkatkan pengetahuan, program ini meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis serta mendorong penerapan praktik pencatatan keuangan yang lebih sistematis.
Copyrights © 2026